Serba-serbi Kayu Manis

Sejak ribuan tahun yang lalu kayu manis telah digunakan di Cina sebagai salah satu bahan pembuat kue. Kayu manis mulai masuk ke Eropa melalui Mesir. Saat itu diceritakan bahwa Kaisar Nero membuat obor dari kayu manis disepanjang jalan kota Roma untuk menghormati kematian istrinya.

Kayu manis menjadi komoditas termahal di Eropa pada awal abad ke 14, dimana Portugis yang menguasai monopoli perdagangannya. Pada waktu Belanda mengalahkan Portugis, di beberapa daerah jajahannya monopoli tersebut dihapuskan. Akan tetapi monopoli tersebut dibangun kembali setelah Inggris berkuasa. Barulah setelah Belanda menanam kayu manis di Padang monopoli tersebut terhapus.

Dewasa ini dikenal 3 macam kayu manis :

  1. Kayu manis Sri Lanka ( Cinnamomum zeylanicum )
  2. Kayu manis Indonesia( Cinnamomum burmanii )
  3. Kayu manis Cina ( Cinnamomum aromaticum )

Saat ini yang termahal di pasaran dunia adalah Kayu Manis dari Srilanka. Padahal, layu manis Indonesia, yang lebih dikenal sebagai Kayu Manis Padang sangat mendekati kualitas dari Srilanka.

Sangat penting untuk diketahui bahwa kayu manis Srilanka yang biasa digunakan di seluruh Eropa dan Mexico hampir tidak mengandung coumarine, sementara kayu manis Cina dan Padang yang biasa digunakan di Amerika dan Canada mengandung coumarine. Coumarine yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pada hati. Dosis kayu manis padang per hari adalah 2g maksimal.

Secara kasat mata kayu manis Padang lebih tebal dan hanya berlipat di ujungnya, sementara kayu manis Srilanka lebih tipis dan lipatannya membentuk batangb yang berlapis lapis.

Kayumanis (Cinnamomum burmannii) banyak dikenal sebagai rempah penyedap dalam masakan ataupun minuman. Secara empiris, kayumanis memiliki khasiat antimikroba, anticacing, antidiare, mengobati demam, influenza, dan berperan sebagai antiseptic. Estrak kulit kayumanis bisa digunakan untuk menekan pertumbuhan beberapa mikroorganisme diantaranya Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida ablicans.

Dalam perkembangannya, nenek moyang kita sebenarnya telah memanfaatkan kayumanis untuk mengobati reumatik, perut kembung, gangguan pencernaan, mual, nyeri, batuk, pinggang,mencret, kurang nafsu makan, darah tinggi, vertigo, sariawan, asma, sampai sakit kuning. Di Negara lain kayumanis digunakkan untuk merangsang fungsi otak, mencegah penumpukkan kolesterol, normalisasi gula darah, antikuman, dan anti penggumpalan darah.

Tinggi pohon kayumanis dapat mencapai 15 meter dengan batang berkayu dan bercabang- cabang. Kayumanis memiliki daun tunggal, lanset, dengan warna daun muda merah pucat yang kemudian akan berwarna hijau setelah tua.

%d bloggers like this: