<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bumi Herbal Dago</title>
	<atom:link href="/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bumiherbal.com</link>
	<description>Herbal Untuk Hidup Sehat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 May 2017 09:09:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.8</generator>
	<item>
		<title>Perbedaan Labu Parang Kuning dan Kabocha</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/04/perbedaan-labu-parang-kuning-dan-kabocha/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perbedaan-labu-parang-kuning-dan-kabocha</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/04/perbedaan-labu-parang-kuning-dan-kabocha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2017 00:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabocha]]></category>
		<category><![CDATA[labu parang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3873</guid>
		<description><![CDATA[Labu Parang merupakan salah satu sayuran yang banyak di [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Labu Parang merupakan salah satu sayuran yang banyak ditanam dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan vitamin untuk kesehatan. Tanaman Labu Parang termasuk dalam keluarga buah Labu Parang-Labu Parangan atau Cucurbitaceae, dan masih sekerabat dengan melon (Cucumis melo) dan mentimun (Cucumis sativus).</p>
<p dir="ltr"><strong>Asal-Usul Tanaman Labu Parang</strong></p>
<p dir="ltr">Labu Parang adalah salah satu tanaman yang paling populer dibudidayakan di seluruh dunia. Kandungan kalorinya yang rendah, serta diperkaya dengan kandungan vitamin A, flavonoid poli-fenolik antioksidan seperti leutin, xanthin, dan karoten, membuat tanaman ini menjadi primadona di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Untuk dapat hidup, tanaman Labu Parang memerlukan suhu sekitar 25-30˚C dan tidak memerlukan ketinggian tempat yang khusus. Itulah sebabnya Labu Parang dapat ditanam di lahan-lahan yang kering atau tegalan, karena cara penanaman dan pemeliharaannya yang cenderung mudah.</p>
<p dir="ltr">Labu Parang memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, dan vitamin. Di sisi lain, buah dari tanaman merambat ini sangat kaya akan kandungan serat, mineral, dan air, sehingga membuatnya menjadi sumber gizi yang sangat potensial dan harganya pun terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Jenis Tanaman Labu Parang: Labu Parang Parang dan Kabocha</strong></p>
<p dir="ltr">Umumnya ukuran Labu Parang adalah 4-6 kg dan mampu mencapai berat terbesar yaitu 25 kg. Lebih dari 40 varietas Labu Parang tersedia di Indonesia, dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna. Dua jenis di antaranya adalah Labu Parang Parang dan Kabocha:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Labu Parang</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Labu Parang Kuning banyak dibudidayakan di negara Afrika, Amerika, India dan Cina dan biasanya tumbuh pada dataran rendah maupun tinggi, ketinggian tempat antara 0 m-1500 m di atas permukaan laut.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Di Jawa Barat, Labu Parang Kuning disebut dengan “Labu Parang Parang”, karena tanaman tersebut merupakan tanaman tahunan yang menjalar (merambat) dengan perantara alat yang berbentuk pipih. Batangnya cukup kuat dan panjang terdapat bulu-bulu yang agak tajam.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Tanaman Labu Parang Kuning memiliki banyak manfaat bagi kesehatan diantaranya sebagai penambah nafsu makan anak, memperbaiki tekanan darah tinggi, gangguan kandung kemih, sakit maag, memperbaiki kulit kusam dan menghilangkan flek hitam.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Selain itu, waluh juga mengandung antioksidan sebagai penangkal radikal bebas dan kanker. Sifat Labu Parang Kuning yang lunak dan mudah dicerna sehingga banyak dipakai sebagai bahan utama kolak saat Bulan Ramadhan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Kabocha</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Labu Parang Kabocha sepintas mirip dengan Labu Parang Kuning yang biasa ditemui di Indonesia. Bentuknya yang lebih kecil membuat Labu Parang ini menjadi khas dan mudah dikenali oleh konsumen.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Labu Parang ini diketahui berasal dari Jepang. Namun, pada kenyataannya, Kabocha pertama kali diperkenalkan di Jepang oleh pedagang Portugis pada abad ke 16. Sebelum itu, pedagang sempat singgah di Kamboja dan membawa beberapa buah-buahan dari wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Orang Portugis menamakannya sebagai &#8220;Cambodia Abóbora&#8221;, yang kemudian disingkat oleh orang Jepang dengan nama &#8220;Kabocha&#8221;. Dalam bahasa Jepang, Kabocha berarti Labu Parang, yang mencakup seluruh jenis Labu Parang yang tumbuh pada musim panas setiap tahunnya.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Kandungan nutrisi di dalam Kabocha sangat baik bagi kesehatan. Diketahui, satu cangkir penyajian Kabocha mengandung 30 kalori yang sebagian besar berasal dari karbohidrat (terdapat 7 gram karbohidrat dalam satu cangkir Kabocha tersebut).</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Fakta bahwa Kabocha juga banyak mengandung vitamin dan nutrien lain juga ternyata terbukti. Terdapat 10.707 IU (International Unit) vitamin A pada satu cangkir Kabocha yang dipotong dadu dan kemudian dipanggang. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dari intake harian yang direkomendasikan oleh US food and drugs administration.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Kabocha dengan jumlah dan cara memasak tersebut juga mengandung 5.726 mcg betakaroten, yang merupakan prekursor vitamin A. Zat ini berguna melindungi mata dari kerusakan akibat sinar dan membantu mencegah degenerasi makular.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Dengan satu cangkir penyajian Kabocha panggang, berarti kita juga telah mengonsumsi hingga sekitar 20 mg vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan yang efektif dan merupakan komponen yang dibutuhkan oleh pembuluh darah, ligamen dan bagian tubuh lainnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Perbedaan Labu Parang Parang dan Kabocha</strong></p>
<p dir="ltr">Perbedaan dari kedua jenis labu ini sepintas sulit untuk kita temukan. Namun, terdapat ciri khas yang membedakan keduanya. Bentuk dan tekstur Kabocha memiliki ukuran yang lebih mungil jika dibandingkan dengan Labu Parang yang biasa dipakai membuat kolak.</p>
<p dir="ltr">Rasa lebih manis serta warna oranye yang lebih terang yang terdapat pada Kabocha juga cukup memberikan perbedaan yang mendasar terhadap keduanya. Selain itu, Kabocha kini banyak digunakan dalam menu MPASI.</p>
<p dir="ltr">Karena berasal dari rumpun tanaman yang sama, kandungan gizi di dalam Kabocha pun tak jauh berbeda dari Labu Parang. Hanya saja, Kabocha ternyata memiliki kandungan betakaroten yang lebih banyak dibandingkan Labu Parang.</p>
<p dir="ltr">Untuk menyiasati kekurangan tersebut, Anda bisa menambahkan wortel dan pepaya ke dalam menu harian yang hendak disajikan bagi keluarga tercinta. Sayur dan buah tersebut juga kaya kandungan betakaroten dan tidak memiliki efek samping jika disajikan secara bersamaan.</p>
<p>Setelah mengetahui perbedaan antara Labu Parang dan Kabocha, diharapkan Anda tidak lagi bingung saat hendak membeli kedua jenis dari labu ini. Apalagi, keduanya dapat saling menggantikan. Jadi, apabila Anda tidak dapat menemukan Kabocha di supermarket terdekat, Anda dapat menggantinya dengan Labu Parang yang memiliki khasiat hampir sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/04/perbedaan-labu-parang-kuning-dan-kabocha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Lidah Buaya dan Efek Sampingnya</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-lidah-buaya-dan-efek-sampingnya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-lidah-buaya-dan-efek-sampingnya</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-lidah-buaya-dan-efek-sampingnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Apr 2017 00:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[antiinflamasi]]></category>
		<category><![CDATA[antiseptik]]></category>
		<category><![CDATA[daya tahan]]></category>
		<category><![CDATA[konstipasi]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[lidah buaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3870</guid>
		<description><![CDATA[Sejak zaman kuno, Lidah Buaya dikenal berkhasiat mengat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Sejak zaman kuno, Lidah Buaya dikenal berkhasiat mengatasi masalah kesehatan, terutama untuk kulit dan kecantikan. Konon, Lidah Buaya banyak digunakan dalam ritual kecantikan dan mengobati luka sejak jaman Mesir Kuno</p>
<p dir="ltr"><strong>Tumbuhan Lidah Buaya</strong></p>
<p dir="ltr">Lidah Buaya bisa tumbuh liar atau sengaja dibudidayakan untuk berbagai keperluan, seperti yang dilakukan di bidang kecantikan atau kosmetik. Sejak ribuan tahun lalu, tumbuhan yang sering disebut sebagai aloe vera ini banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai pengobatan kulit.</p>
<p dir="ltr">Lidah Buaya termasuk jenis tanaman yang mengandung banyak air. Biasa tumbuh di negara beriklim tropis, tanaman ini mengandung 75 kandungan nutrisi berguna, seperti vitamin A, C, dan E yang merupakan antidoksidan.</p>
<p dir="ltr">Ada pula enzim, mineral, gula, hormon, asam lemak, lignin, saponin, asam salisilat, senyawa fenolik, sterol, dan asam amino yang diketahui terkandung dalam tanaman ini. Makanya, selain diproduksi menjadi obat-obatan, Lidah Buaya juga kerap dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk alami.</p>
<p dir="ltr">Para wanita biasa menggunakan daging Lidah Buaya untuk perawatan rambut dan kulit agar lebih indah dan halus Jika dibelah, daging Lidah Buaya berbentuk seperti jelly yang berlendir, yang mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral seperti asam folat, kolin, kalsium, dan zink.</p>
<p dir="ltr">Bagian lain dari Lidah Buaya yang bisa dimanfaatkan yaitu gel dan lateks. Gel diperoleh dari sel-sel yang berada di bagian tengah kulit Lidah Buaya, sementara lateks diperoleh dari sel-sel yang tepat berada di bawah lapisan kulit Lidah Buaya.</p>
<p dir="ltr">Sebagai obat, gel Lidah Buaya yang berwarna bening seperti jelly ini sering digunakan sebagai salep, losion, krim, dan sebagainya. Sementara lateks bisa diolah untuk membuat zat-zat kering, seperti suplemen. Berbagai produk olahan ekstrak Lidah Buaya sudah teregistrasi di BPOM RI.</p>
<p dir="ltr"><strong>Khasiat Lidah Buaya Jika Diteliti Secara Ilmiah</strong></p>
<p dir="ltr">Masyarakat menggunakan Lidah Buaya untuk mengatasi berbagai kondisi. Manfaat Lidah Buaya telah dipercaya sejak lama dan secara turun-temurun. Namun, secara ilmiah, khasiatnya mampu mengobati dan membantu mengurangi hal-hal seperti yang disebutkan di bawah ini:</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Antiseptik</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Jika dikonsumsi secara oral, kandungan antrakuinon di dalam Lidah Buaya dapat menghambat perkembangan beberapa virus, seperti varicella zoostter, herpes dan influenza. Luka pada bibir akibat virus herpes dapat sembuh lebih cepat dengan cara mengoleskan krim dengan ekstrak Lidah Buaya.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Lidah Buaya juga mengandung beberapa zat antispetik, yaitu lupeol, asam salisilat, nitrogen urea, asam cinnamon, phenol, dan sulfur yang dapat menghambat kerja jamur, bakteri, dan virus saat menginfeksi tubuh.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Anti-inflamasi</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Lidah Buaya memiliki efek anti peradangan dan efek antiseptik, yaitu kemampuan menyembuhkan luka dengan meningkatkan produksi kolagen pada kulit. Karena itu, Lidah Buaya dapat membantu menyembuhkan luka bakar ringan dan mengurangi peradangan di dalam tubuh.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Melembapkan Kulit</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Lidah Buaya kaya akan mineral seperti zink, potassium, sodium, selenium, dan kalsium. Beberapa di antaranya dapat membuat kulit tetap terhidrasi, sehingga dapat mempertahankan kelembapan pada kulit. Selain terhidrasi, khasiat Lidah Buaya juga mampu mengurangi kerutan di wajah.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Tanaman ini memiliki zat yang dapat merangsang fibroblast yang berperan untuk menghasilkan kolagen dan elastin, sehingga kulit terlihat lebih elastis dan halus. Bila kulit kering dan sensitif, oleskan Lidah Buaya secara rutin untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dan memudarkan flek hitam.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Meredakan Konstipasi</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Lidah Buaya mengandung lateks, yaitu zat berwarna kuning yang terdapat tepat di bawah kulit Lidah Buaya, yang mengandung antrakuinon, Jadi, tanaman ini dapat meningkatkan kadar air di dalam saluran pencernaan. Konsumsi daging Lidah Buaya untuk atasi sembelit.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Meningkatkan Daya Tahan Tubuh</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Lidah Buaya kaya akan kandungan antioksidan seperti vitamin A, C, dan E. Kandungan tersebut membuat Lidah Buaya mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.</p>
<p dir="ltr"><strong>Efek Samping Lidah Buaya</strong></p>
<p dir="ltr">Tidak semua orang memiliki reaksi alergi yang serupa saat mengonsumsi Lidah Buaya. Baca dahulu informasi untuk memeriksa apakah olahan atau tanaman herbal ini cocok untuk kondisi Anda, seperti penggunaan gel dan lateks.</p>
<p dir="ltr">Penggunaan gel Lidah Buaya pada kulit memang cenderung aman, meski sesekali terjadi reaksi alergi pada beberapa orang setelah memakai gel Lidah Buaya. Efek sampingnya bisa membuat kulit menjadi terbakar dan gatal-gatal.</p>
<p dir="ltr">Mengonsumsi lateks Lidah Buaya dengan dosis tinggi juga berpotensi menyebabkan sakit perut dan kram. Tidak hanya itu, mengonsumsi lateks Lidah Buaya dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan diare, penurunan berat badan, masalah ginjal, kelemahan otot, darah dalam urin, dan gangguan jantung.</p>
<p dir="ltr">Manfaat Lidah Buaya memang banyak sekali untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, risiko yang ditimbulkan juga bukan berarti tidak menimbulkan efek samping sama sekali. Baiknya, selalu baca terlebih dahulu informasi sebanyak mungkin sebelum mulai menggunakannya.</p>
<p>Jika Anda masih bingung, upayakan untuk bertanya langsung ke dokter mengenai kemungkinan reaksi yang akan terjadi pada tubuh Anda, dan utamakan untuk selalu menggunakan produk yang telah terdaftar di BPOM RI.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-lidah-buaya-dan-efek-sampingnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat dan Kegunaan Kunyit yang Penuh Khasiat</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-dan-kegunaan-kunyit-yang-penuh-khasiat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-dan-kegunaan-kunyit-yang-penuh-khasiat</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-dan-kegunaan-kunyit-yang-penuh-khasiat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Apr 2017 00:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gatal]]></category>
		<category><![CDATA[haid]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kunyit]]></category>
		<category><![CDATA[maag]]></category>
		<category><![CDATA[osteoarthritis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3868</guid>
		<description><![CDATA[Kunyit dikenal sebagai bahan pelengkap makanan yang mem [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Kunyit dikenal sebagai bahan pelengkap makanan yang memiliki cita rasa dan warna khas. Tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur, masyarakat kerap memanfaatkannya untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah klaim manfaat kunyit sudah teruji dari segi medis?</p>
<p dir="ltr"><strong>Tanaman Herbal Bernama Kunyit</strong></p>
<p dir="ltr">Selain pengobatan medis, orang Indonesia banyak mencari pengobatan alternatif yang bersifat alami untuk mengobati penyakit. Banyak orang Indonesia yang masih percaya akan manfaat tanaman obat untuk mengobati penyakit yang mereka derita.</p>
<p dir="ltr">Salah satunya adalah kunyit. Tanaman rempah ini mudah dijumpai sehari-hari. Orang banyak menggunakannya sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu, atau untuk pengobatan. Di Indonesia, kunyit telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas baik di perkotaan maupun di pedesaan, misalnya untuk resep masakan.</p>
<p dir="ltr">Tanaman ini memiliki senyawa kimia bernama kurkumin yang berpotensi untuk membantu proses penyembuhan pada tubuh. Sebagai zat aktif, kurkumin merupakan antioksidan yang kuat, yang dapat melindungi sel-sel dari kerusakan, yang disebabkan oleh radikal bebas.</p>
<p dir="ltr">Penelitian juga mengungkap, kurkumin dapat membantu mencegah dan mengobati kanker. Senyawa utama yang terkandung dalam kunyit ini diyakini memiliki sifat yang dapat melawan kanker kulit, sehingga mampu mencegah pertumbuhan pembuluh darah tumor dan efek langsung pada sel-sel kanker.</p>
<p dir="ltr"><strong>Manfaat Medis dari Tanaman Kunyit</strong></p>
<p dir="ltr">Kandungan kurkumin di dalam kunyit juga diduga memberikan cukup banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa orang bahkan menggunakan kunyit sebagai pengobatan herbal, seperti mengatasi peradangan, kanker, artritis reumatoid, dan beberapa penyakit infeksi lainnya.</p>
<p dir="ltr">Berikut beberapa manfaat yang mungkin dapat didapatkan dari kunyit:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Osteoarthritis</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Kunyit ditengarai dapat membantu mengurangi nyeri pada penderita osteoarthritis, yaitu sebuah kondisi yang menyebabkan sendi menjadi nyeri, kaku, dan kehilangan fleksibilitasnya. Dikatakan bahwa kinerja kunyit sebanding dengan obat ibuprofen dalam mengatasi osteoarthritis.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Kulit Gatal dan Ruam</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Berdasarkan sebuah penelitian awal, kulit gatal bisa diatasi dengan mengonsumsi produk yang mengandung kurkumin.  Kombinasikan dengan ekstrak lada hitam atau cabe jamu (long pepper) untuk mengurangi kemerahan pada kulit.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Masalah Menstruasi</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Kunyit diklaim bisa mengatasi rasa sakit akibat menstruasi. Menurut beberapa penelitian, mengonsumsi ekstrak kunyit bisa meringankan rasa sakit tersebut. Itulah sebabnya beberapa minuman penyegar saat datang bulan memasukkan kunyit sebagai bahan utama produk mereka.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>4. Tukak Lambung dan Dispepsia (Maag)</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Beberapa penelitian awal menyatakan sakit tukak lambung dapat diatasi dengan mengonsumsi kunyit. Kunyit dapat merangsang kantong empedu dan membantu meningkatkan pencernaan. Mengonsumsi kunyit juga bisa membantu mengurangi gejala perut kembung.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>5. Kanker Kolorektal (usus besar)</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Tidak hanya mengobati, menurut beberapa penelitian, kunyit juga bisa dipakai untuk mencegah risiko terkena kanker usus besar. Tanaman herbal ini diyakini bekerja dengan cara mengurangi jumlah kelenjar prakanker di tubuh orang tersebut.</p>
<p dir="ltr"><strong>Efek Samping Kunyit pada Tubuh</strong></p>
<p dir="ltr">Walaupun memiliki nilai positif dan mengandung khasiat yang begitu banyak, namun pengonsumsian kunyit sebaiknya tidak melebihi 500mg tiap harinya, guna meminimalisasi efek samping. Menurut penelitian, kunyit yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek samping sebagai berikut:</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Membuat detak jantung menjadi abnormal.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Reaksi alergi.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Gangguan pada kantung empedu.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Perdarahan.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Gangguan hati.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Kontraksi uterus.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Gangguan perut dan pencernaan.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Mengurangi kesuburan pada pria.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr">Sebaiknya pengonsumsian kunyit dilakukan secara hati-hati. Hindari mengonsumsi kunyit apabila Anda adalah ibu hamil dan menyusui, penderita diabetes, penderita gangguan pendarahan, pria yang ingin memiliki anak, orang yang kekurangan zat besi, dan ingin melakukan operasi.</p>
<p>Jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi herba ini secara berkelanjutan, terutama saat Anda sedang dalam pengobatan medis. Dengan begitu, Anda telah menghindarkan diri dari kemungkinan komplikasi yang terjadi di dalam tubuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-dan-kegunaan-kunyit-yang-penuh-khasiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Tanaman Kastuba Beserta Khasiatnya</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/04/mengenal-tanaman-kastuba-beserta-khasiatnya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-tanaman-kastuba-beserta-khasiatnya</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/04/mengenal-tanaman-kastuba-beserta-khasiatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Apr 2017 00:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kastuba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3865</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman Kastuba, atau yang juga dikenal dengan nama Poi [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Tanaman Kastuba, atau yang juga dikenal dengan nama Poinsettia, berasal dari Meksiko. Umumnya tanaman ini ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan dan di taman-taman sekitar rumah Anda. Nama Poinsettia sendiri diambil dari nama duta besar pertama Amerika Serikat untuk Meksiko, Joel Roberts Poinsett yang pertama kali memperkenalkan tumbuhan ini di negaranya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Karakteristik Tanaman Kastuba</strong></p>
<p dir="ltr">Kastuba merupakan tanaman yang umum ditemui menjelang perayaan Hari Natal. Tampilan tumbuhan ini pasti mudah dikenali dari salah satu karakter fisiknya, yaitu daun bagian atas yang berwarna merah, sementara di bawahnya daun berwarna hijau. Warna daun yang berwarna merah itulah yang terasa sesuai dengan berbagai hiasan Natal lainnya.</p>
<p dir="ltr">Tanaman Kastuba bisa ditemukan pada daerah dengan ketinggian 1-1400 mdpl. Tetapi untuk mendapatkan warna daun yang cerah lebih cocok jika ditanam pada ketinggian 600 m dpl. Tanaman perdu tegak dengan tinggi 1.5-4 m ini mempunyai batang berkayu, bercabang, dan bergetah seperti susu.</p>
<p dir="ltr">Daun Kastuba tunggal dan bertangkai daun yang letaknya tersebar. Helaian daun bentuknya bulat telur sampai elips memanjang, yang besar umumnya mempunyai 2-4 lekukan, ujung clan pangkal runcing, pertulangan menyirip, panjang 7-15 cm, lebar 2.5-6 cm, dan di bagian bawah mempunyai rambut halus.</p>
<p dir="ltr">Bunga majemuk berbentuk cawan dalam susunan yang khas disebut cyathium, keluar dari ujung tangkai. Bunga Kastuba akan tumbuh dengan baik jika ditempatkan pada tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.</p>
<p dir="ltr">Namun demikian, bunga Kastuba tetap memerlukan sinar matahari, terutama sinar matahari pagi. Karena itu bunga Kastuba biasanya ditanam di dalam ruangan dan disimpan pada ruangan yang ternaungi.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, untuk mengakalinya, tanaman dapat diletakan di tempat yang gelap dalam jangka waktu lama. Bisa juga dengan menutupi tanaman atau bagian atasnya dengan kain atau plastik hitam lalu jauhkan dari sinar matahari selama sekitar satu bulan.</p>
<p dir="ltr">Pada malam hari, dari pukul 17.00 hingga 06.00 WIB, penutup tersebut dapat dibuka untuk memberi udara pada tanaman. Suhu yang diijinkan pada siang hari adalah 20-21.1 °C dan pada malam hari tidak boleh kurang dari 15.6 °C.</p>
<p dir="ltr">Seiring majunya teknologi, daun bagian atas Kastuba tidak hanya berwarna merah, daun tersebut kini memiliki warna yang bervariasi, seperti merah muda, kuning, dan putih. Namun, apa pun warna daunnya, Kastuba tentunya dapat menjadi tanaman indoor yang menarik dan dengan warnanya tersebut dapat menghias ruangan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Tips Merawat Kastuba</strong></p>
<p dir="ltr">Bunga Kastuba bisa diperbanyak dengan cara stek batang. Cara ini merupakan cara pembiakan bunga Kastuba yang sederhana, cepat, dan menghasilkan keturunan yang sama dengan induknya. Untuk melakukan stek bunga Kastuba ini pilih tanaman induk yang sehat, pertumbuhannya bagus, bebas dari serangan hama penyakit, dan juga pilihlah yang memiliki kualitas bibit unggul.</p>
<p dir="ltr">Perawatan yang diperlukan Bunga katsuba agar awet meliputi penyiraman dilakukan secara rutin setiap hari dengan konsentrasi 100 cc/pot. Sesuaikan banyaknya air dengan kelembaban udara sekitar juga, jika cuaca tidak terlalu panas, maka konsentrasi penyiramannya bisa dikurangi.</p>
<p dir="ltr">Setelah itu, bunga Kastuba perlu dipupuk menggunakan pupuk yang kandungan unsur hara N-nya besar, yang berguna agar proses pertumbuhan tanaman bisa baik, dan daunnya bisa tumbuh lebar dan hijau. Setelah tanaman mulai mengeluarkan bunga, beri pupuk dengan kandungan unsur fosfor tinggi.</p>
<p dir="ltr"><strong>Manfaat Tanaman Kastuba Bagi Manusia</strong></p>
<p dir="ltr">Tanaman Kastuba ini banyak mengandung vitamin C, seng, klorofil, kalsium, dan zat besi. Di beberapa daerah di Indonesia, Kastuba kerap digunakan sebagai daun pembungkus buntil. Daun ini juga bisa diolah sebagai campuran sayur untuk urap atau dibuat lodeh.</p>
<p dir="ltr">Khasiat daun yang lebih optimal bisa diperoleh jika daun tidak dimasak berlebihan atau terlalu lama. Jika hal ini terjadi, khasiat daun hanyalah sebagai sumber mineral dan serat pangan yang bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan.</p>
<p dir="ltr">Namun begitu, Kastuba pun sering disebut dengan godong racun (daun racun). Benarkah tanaman ini beracun? Menurut beberapa penelitian, racun di dalam tanaman ini tak parah. Kasus yang biasanya terjadi adalah jika terpapar Kastuba, maka akan membuat rasa tidak nyaman pada tubuh.</p>
<p dir="ltr">Berikut adalah gangguan yang biasa terjadi usai melakukan kontak dengan tanaman natal ini:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Muncul Ruam dan Gatal</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Getah Kastuba yang terkena kulit bisa menyebabkan ruam dan gatal pada kulit. Jika hal ini terjadi, segera cuci area kulit yang terpapar dengan sabun dan air. Jika belum reda juga, kompres bagian tersebut dengan air es untuk mengurangi gatal pada kulit.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Diare</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Beberapa orang yang  memakan Kastuba diketahui akan mengalami sakit perut ringan, muntah dan diare, terutama mereka yang memiliki pencernaan yang sensitif. Apabila hal ini terjadi, segera berkumur dan bersihkan mulut menggunakan air atau teh yang bersifat menetralisir racun.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Iritasi Mata</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Jika getah tanaman Kastuba mengenai mata bisa mengakibatkan mata merah dan iritasi. Jika ini terjadi segera basuh dengan air. Jika reaksi alergi yang dirasakan parah segera cari pertolongan medis.</p>
<p>Di Indonesia, tanaman Kastuba ini memang dikenal karena khasiat dan kegunaannya yang bermacam-macam. Walaupun memiliki sedikit reaksi racun, tanaman Kastuba dipercaya mampu mengobati berbagai macam penyakit secara tradisional hingga saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/04/mengenal-tanaman-kastuba-beserta-khasiatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melancarkan Haid dengan 5 Bahan Herbal Alami</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/04/melancarkan-haid-dengan-5-bahan-herbal-alami/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melancarkan-haid-dengan-5-bahan-herbal-alami</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/04/melancarkan-haid-dengan-5-bahan-herbal-alami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2017 00:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[asam jawa]]></category>
		<category><![CDATA[haid]]></category>
		<category><![CDATA[jahe]]></category>
		<category><![CDATA[jintan hitam]]></category>
		<category><![CDATA[kayu manis]]></category>
		<category><![CDATA[kunyit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3863</guid>
		<description><![CDATA[Kelancaran haid merupakan salah satu hal yang penting b [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Kelancaran haid merupakan salah satu hal yang penting bagi seorang perempuan. Jika masa haid terjadi lebih lambat, lebih cepat, atau bahkan terlambat hingga beberapa bulan, maka haid dikatakan tidak lancar atau tidak teratur.</p>
<p dir="ltr">Siklus haid dikatakan tidak lancar bila lamanya haid berubah-ubah setiap bulannya. Saat siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari atau saat volume darah yang tidak sama –kadang banyak atau kadang sedikit, juga menjadi dasar haid tidak lancar.</p>
<p dir="ltr"><strong>Melancarkan Haid? Konsumsi Bahan Herbal Alami Berikut Ini</strong></p>
<p dir="ltr">Lancar atau tidaknya haid seseorang dapat disebabkan oleh beragam hal seperti penggunaan alat kontrasepsi, pola hidup, kehamilan, tiroid, atau sindrom ovarium polikistik. Untuk mengatasinya tentu disesuaikan dengan penyebabnya. Tidak jarang perempuan akan rutin membeli minuman pelancar haid demi alasan kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Namun ada juga olahan yang dipercaya dapat membantu wanita mengatasi masalah haid yang tidak lancar, yang dapat Anda olah sendiri di rumah. Berikut ini adalah beragam bahan alami yang bisa Anda minum sebagai minuman pelancar haid:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Jahe</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Mengonsumsi jahe dipercaya dapat membantu dalam mengatasi haid yang terlambat. Anda juga dapat mengonsumsi jahe yang diolah menjadi minuman ataupun mencampurkan bahan herbal ini ke dalam teh favorit Anda.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Minyak esensial jahe juga dapat Anda gunakan untuk memperlancar aliran dan sirkulasi darah. Beberapa orang bahkan menjadikan minyak ini sebagai salah satu obat untuk mengatasi otot yang lelah, meredakan sakit otot setelah berolah raga, dan mengatasi kram akibat haid bulanan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Kayu Manis</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Tidak hanya jahe, kayu manis ternyata juga memiliki efek hangat yang diperkirakan dapat membantu dalam mengatur siklus haid. Dengan begitu, kayu manis diharapkan dapat juga mengurangi nyeri kram haid.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Kandungan hydroxychalcone yang terdapat di dalam kayu manis diyakini dapat membantu mengatur insulin dalam tubuh, sehingga haid lebih teratur. Anda bisa masukkan setengah sendok teh kayu manis bubuk ke dalam segelas susu hangat sebelum tidur.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan kayu manis ke dalam minuman teh sebagai minuman pelancar haid. Apabila Anda merasa kesulitan konsumsi kayu manis karena rasanya yang menyengat, coba pilih minuman herbal yang juga mengandung kayu manis.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Kunyit</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Bahan alami lainnya yang dapat diolah menjadi minuman pelancar Haid adalah kunyit. Kunyit merupakan salah satu herbal yang memberikan efek hangat, sehingga dapat mengatur hormon dan haid. Kunyit diperkirakan dapat merangsang kelancaran haid. Anda dapat mengonsumsi kunyit dengan mencampurkan bubuk kunyit dengan air, atau dengan segelas susu.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;"><strong>4. Jintan Hitam</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Jintan hitam berguna untuk menggantikan zat besi yang banyak hilang saat haid. Ambil satu sendok jintan hitam organik, kemudian campur bersama satu sendok madu untuk segera dikonsumsi. Cara lain adalah dengan mencampur biji jintan hitam bersama air dan meminum air rendamannya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>5. Asam Jawa</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Air asam jawa dapat diminum untuk melancarkan haid bulanan para wanita. Minuman ini pada dasarnya dikenal sebagai ramuan alami turun-temurun yang dipercaya sangat efektif dalam membuat datang bulan lebih lancar.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Sebelum tanggal datang bulan tiba, cobalah untuk meminum air asam yang telah dicampur gula 1 sendok makan dan sedikit garam. Lakukan secara rutin, sehari 2 kali. Selain melancarkan haid, minuman ini juga dipercaya dapat meredakan nyeri dan menghilangkan bau anyir saat haid.</p>
<p>Meski dipercaya dapat mengatasi masalah haid yang tidak lancar, bahan-bahan di atas masih memerlukan lebih banyak penelitian. Jika Haid yang tidak lancar membuat Anda begitu khawatir atau muncul gejala lain, cobalah untuk mengonsultasikan hal tersebut kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/04/melancarkan-haid-dengan-5-bahan-herbal-alami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Bunga Asoka untuk Datang Bulan</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-bunga-asoka-untuk-datang-bulan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-bunga-asoka-untuk-datang-bulan</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-bunga-asoka-untuk-datang-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2017 00:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[asoka]]></category>
		<category><![CDATA[disentri]]></category>
		<category><![CDATA[haid]]></category>
		<category><![CDATA[kram]]></category>
		<category><![CDATA[memar]]></category>
		<category><![CDATA[wasir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3860</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua orang pasti mengenal bunga Asoka atau tana [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Hampir semua orang pasti mengenal bunga Asoka atau tanaman Asoka. Bunga dengan kelopak kecil-kecil dan berkelompok serta memiliki warna mencolok ini sering dijadikan tanaman hias dan diletakkan di teras-teras rumah. atau dibentuk menjadi pagar hidup.</p>
<p dir="ltr">Tak jarang bunga ini juga sering digunakan anak-anak untuk bermain pasaran. Mereka kerap kali  mengambil setiap kuntum dari bunga Asoka lalu menghisap nectar yang terasa manis di dalamnya Setelah itu, bunganya akan dirangkai menjadi perhiasan cantik berwarna-warni.</p>
<p dir="ltr"><strong>Asal Mula Bunga Asoka</strong></p>
<p dir="ltr">Bunga Asoka yang memiliki nama lain (saraca asoca) merupakan tanaman bunga asal India yang merupakan keluarga dari caesalpinioideae. Tanaman Asoka dianggap sebagai tanaman yang suci di India, Nepal, dan Sri Lanka, yang cukup penting dalam tradisi dan budaya dan dimanfaatkan pada berbagai upacara adat.</p>
<p dir="ltr">Di India, Asoka memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena warna dan tampilannya yang menarik dengan jumlah bunga yang banyak. Bunga Asoka seringkali ditemukan di sekitar kerajaan khususnya di halaman kerajaan dan juga di sekitaran kuil.</p>
<p dir="ltr">Pohon Asoka dianggap memiliki hubungan dekat dengan makhluk mitologi bernama Yakshi. Salah satu elemen penting dalam seni India, seringkali ditemukan di gerbang kuil Budha dan Hindu. Yakshi digambarkan sebagai wanita yang memegang tangkai tanaman Asoka yang sedang berbunga, yang menjadi standar elemen dekoratif bagi Agama Hindu dan Budha.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pemanfaatan Tanaman Asoka di Indonesia</strong></p>
<p dir="ltr">Di Indonesia, bunga Asoka cukup sering ditemukan di daerah yang lembab dan mendapatkan sinar matahari penuh. Tanaman ini ditemukan tumbuh subur di berbagai daerah di Indonesia dan diketahui memiliki manfaat yang berlimpah bagi kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Asoka bernilai tinggi karena memiliki bentuk bunga yang indah serta harum. Tanaman Asoka berbunga sepanjang tahun, khususnya pada bulan Februari hingga April. Bunganya tumbuh di dalam gerombolan bunga yang padat, membundar dan dalam jumlah yang banyak.</p>
<p dir="ltr">Umumnya bunga Asoka akan berwarna oranye kekuningan dan menjadi merah seiring waktu. Dewasa ini, melalui perkembangan genetika, warna bunga Asoka menjadi bervariasi mulai dari kuning terang, kuning pucat, ungu, putih hingga merah muda.</p>
<p dir="ltr">Asoka merupakan tanaman semak berbatang keras dengan tinggi mencapai 7 meter.  Daunnya berbentuk lonjong meruncing dengan panjang mencapai 10cm. Warna hijau pekat yang mengkilap berasal dari banyaknya lapisan lilin di permukaan daunnya. Ketika muda, warna daunnya hijau muda mengkilap.</p>
<p dir="ltr">Di Indonesia, dikenal dua jenis bunga Asoka, yakni pohon Asoka yang tumbuh menjulang tinggi tanpa ranting atau disebut juga glodokan tiang (Polyalthia Longifolia) dan Asoka biasa (Polyalthia sp.) yang memiliki ranting dan berdaun runcing. Orang-orang Eropa sering menyebut tanaman ini Flame of the Wood atau api dari hutan karena warna bunganya yang cerah serta mencolok layaknya api.</p>
<p dir="ltr"><strong>Manfaat Tanaman Asoka, Termasuk Melancarkan Datang Bulan</strong></p>
<p dir="ltr">AAsoka memiliki manfaat yang sangat banyak dan baik untuk tubuh. Seluruh bagian tanaman Asoka mulai dari batang, daun, akar hingga bunganya dapat dimanfaatkan untuk digunakan sebagai obat. Apa saja manfaat bunga Asoka?</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Melancarkan Haid yang Tidak Teratur</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Dalam mengatasi gangguan menstruasi, bunga Asoka ini berfungsi sebagai astringent yang berfungsi sebagai pereda stres dan bisa menenangkan otot-otot rahim, sehingga dapat merelaksasi dan menormalkan kembali siklus haid.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Coba campurkan 20 gram bunga Asoka dengan  10 gram daging lidah buaya dan sepucuk bunga mawar. Rebus dengan 2 gelas air bersih hingga menjadi 1 gelas dan minum 2-3 kali sehari. Cara lainnya adalah dengan merebus 3 ons kulit kayu tanaman Asoka menggunakan segelas air bersih hingga tersisa setengah gelas. Minumlah sebanyak 2-3 kali sehari.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Mengobati Memar</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Asoka memiliki kandungan yang dipercaya dapat mengatasi memar. Coba rebus campuran serumpun bunga Asoka, sepucuk bunga Mawar, dan satu umbi Buah Dewa dengan air sebanyak 600 cc hingga air yang tersisa menjadi setengahnya. Minum 1-2 kali sehari setelah Anda selesai makan.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Daun Asoka dapat juga digunakan sebagai obat luar untuk mengatasi memar. Caranya, remas daun Asoka hingga keluar sarinya, lalu dicampurkan dengan balsam. Setelah itu oleskan ke bagian tubuh yang mengalami memar.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Mengobati Wasir dan Disentri</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Jika Anda memiliki wasir, Anda dapat mengobati wasir tersebut dengan meminum rebusan bunga dan akar Asoka. Gunakan bunga yang masih segar dan dicuci hingga bersih, kemudian tumbuk sampai halus. Rebus dalam air mendidih dengan takaran air satu setengah gelas.</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Setelah itu saring rebusan bunga Asoka dan minumlah selagi hangat sebanyak dua kali sehari. Jangan lupa, baiknya Anda gunakan bunga dan akar Asoka yang bersih, bebas dari jamur dan pestisida ya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>4. Mengobati Kram</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Jika Anda sering mengalami kram baik karena kurang istirahat atau alasan lain, maka bunga Asoka dapat menjadi jawaban untuk menyembuhkan kram yang mengganggu aktivitas Anda. Caranya adalah dengan menggunakan 2 kelompok bunga Asoka dengan 30 gram daun sembung segar dan 3 pucuk bunga Mawar</p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Cuci bersih semua bahan tersebut di bawah air yang mengalir. Setelah itu rebus dengan menggunakan air sebanyak 600 cc hingga tersisa 300 cc dan minumlah rebusan tersebut 2-3 kali sehari setelah makan.</p>
<p>Demikian adalah beberapa manfaar bunga Asoka yang sangat berguna bagi kesehatan. Fakta ini telah diperkuat oleh masyarakat di India yang mengonsumsi Asoka selama ratusan tahun dan terbukti membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Yuk mulai tanam bunga Asoka sebagai apotek hidup di pekarangan rumah Anda!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/04/manfaat-bunga-asoka-untuk-datang-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gula Stevia di Indonesia</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/04/gula-stevia-di-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gula-stevia-di-indonesia</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/04/gula-stevia-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Apr 2017 00:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[stevia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3854</guid>
		<description><![CDATA[Gula Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Dah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Gula Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Dahulu kala, tanaman ini adalah satu-satunya species dari sekitar 200 jenis Stevia di Amerika Selatan yang dapat digunakan sebagai pemanis pengganti gula. Suku Indian di Paraguay telah menggunakan Stevia sebagai pemanis sejak ratusan tahun lalu.</p>
<p dir="ltr"><strong>Deskripsi dan Pertumbuhan Tanaman Stevia</strong></p>
<p dir="ltr">Tahun 70-an, Stevia telah banyak digunakan secara luas sebagai pengganti gula. Di Jepang, 5,6% gula yang dipasarkan adalah Stevia, karena dirasa aman bahkan berkhasiat sebagai obat dibanding pemanis buatan seperti aspartam dan sakarin.</p>
<p dir="ltr">Genus Stevia jumlahnya sekitar 200 spesies dan termasuk ke dalam famili Astereacea. Di antara spesies tersebut, yang paling banyak ditanam adalah Stevia rebaudiana yang mengandung senyawa pemanis diterpenoid glycosida.</p>
<p dir="ltr">Tanaman ini tergolong tanaman tahunan berbentuk perdu dengan batang yang mudah patah. Mempunyai sistem perakaran yang menyebar, Stevia juga mempunyai daun kecil berbentuk elips. Batangnya berkayu dan berbulu serta pada pangkal batangnya akan menjadi lunak saat tanaman sudah tua.</p>
<p dir="ltr">Stevia dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah asalkan mendapat pengairan yang cukup untuk mencapai tinggi tanaman sekitar 1 m. Di daerah sub tropis, Stevia dibudidayakan sebagai tanaman tahunan.</p>
<p dir="ltr">Saat ini budidaya Stevia sudah menyebar ke daratan Tiongkok, Taiwan, Thailand, Korea, Brazil dan Malaysia karena tanaman ini tidak tahan dengan suhu dingin, dan tidak akan tumbuh pada daerah dengan suhu di bawah 9°C.</p>
<p dir="ltr">Stevia juga sangat bergantung akan ketersediaan air dan media tumbuh dengan pH sedikit asam, karena batang dan daun akan mudah layu bila tidak memperoleh air yang cukup dan pada lahan dengan kesuburan yang rendah.</p>
<p dir="ltr"><strong>Manfaat Stevia Sebagai Bahan Pemanis Alam</strong></p>
<p dir="ltr">Daun Stevia merupakan sumber karbohidrat, protein, serat kasar, asam amino yang dapat terurai maupun yang tidak dapat terurai, yang semuanya bernilai bagi sumber nutrisi manusia. Selain itu Stevia juga merupakan bahan pemanis yang mengandung kalori rendah, sehingga sesuai untuk mencegah obesitas.</p>
<p dir="ltr">Stevia memiliki keunggulan antara lain tingkat kemanisannya yang mencapai 200-300 kali kemanisan tebu. Daun kering Stevia hanya mengandung kalori sebesar 2,42 kcal/g, lebih rendah dari bahan pemanis yang lain seperti aspartame yang mengandung 4 kcal/g.</p>
<p dir="ltr">Keunggulan lain dari Stevia adalah untuk mengontrol asupan kalori dan dapat mengurangi risiko serangan penyakit diabetes. Daun Stevia juga rendah kalori sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan obesitas. Selain itu, Stevia juga bersifat non-karsinogenik (tidak menyebabkan kanker).</p>
<p dir="ltr">Zat pemanis dalam Stevia yaitu steviosida dan rebaudiosida tidak dapat difermentasikan oleh bakteri di dalam mulut menjadi asam. Asam ini yang apabila menempel pada email gigi dapat menyebabkan gigi berlubang. Oleh karena itu, Stevia tidak menyebabkan gangguan pada gigi.</p>
<p dir="ltr">Selain itu Stevia juga dilaporkan mempunyai manfaat sebagai bahan antiseptik serta dapat berfungsi sebagai bahan antioksidan alami. Diyakini bahwa kemampuan ekstrak daun Stevia dalam mengikat radikal elektron bebas dan superoksida dapat meminimalkan berkembangnya sel-sel kanker.</p>
<p dir="ltr"><strong>Tanaman Stevia di Indonesia</strong></p>
<p dir="ltr">Sampai saat ini Indonesia masih menggantungkan bahan pemanis dari tebu untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan dan minuman. Namun produktivitas gula dari tebu tersebut masih belum mencukupi kebutuhan nasional, sehingga sebagian masih harus diimpor.</p>
<p dir="ltr">Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan substitusi kebutuhan gula yang diharapkan dapat terpenuhi oleh Stevia. Walaupun begitu, tanaman Stevia sudah banyak dibudidayakan di daerah-daerah dengan ketinggian 700 &#8211; 1.500 m dpl dengan suhu lingkungan 20°C &#8211; 24°C, meski pengembangannya sebagai bahan pemanis masih tetap terbatas.</p>
<p dir="ltr">Di Indonesia, budidaya Stevia diawali dengan kegiatan pembibitan, yang dilakukan dengan bahan berupa biji, stek, anakan, atau bibit kultur jaringan. Tidak lupa, lahan perlu digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak untuk menyediakan media pertumbuhan dan perkembangan akar.</p>
<p>Saat ini pemanfaatan ekstrak daun Stevia masih terbatas hanya digunakan untuk produk jamu, yaitu berfungsi sebagai penetral rasa pahit jamu dan belum berkembang. Setelah adanya penelitian lebih lanjut, diharapkan budidaya Stevia di Indonesia dapat tumbuh lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/04/gula-stevia-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Tanaman Stevia Sebagai Pengganti Gula Tebu</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/03/manfaat-tanaman-stevia-sebagai-pengganti-gula-tebu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-tanaman-stevia-sebagai-pengganti-gula-tebu</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/03/manfaat-tanaman-stevia-sebagai-pengganti-gula-tebu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2017 00:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[stevia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3858</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tanaman pemanis selain tebu adalah Stevia re [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Salah satu tanaman pemanis selain tebu adalah Stevia rebaudiana Bertoni. Termasuk tanaman perdu famili Compositae berasal dari Paraguay, daun stevia mengandung steviosida dengan tingkat kemanisan 200-300 kali lebih tinggi dari gula tebu (sukrosa).</p>
<p dir="ltr"><strong>Stevia Pengganti Gula Tebu</strong></p>
<p dir="ltr">Stevia telah digunakan sebagai pemanis minuman teh lokal dan obat-obatan oleh penduduk asli Paraguay suku Guarani sejak ratusan tahun yang lalu. Rebaudiosida A (reb A), salah satu senyawa utama dalam gula stevia diberi status GRAS (generally recognized as safe, atau secara umum dianggap aman) oleh FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat pada tahun 2008 dan Uni Eropa tahun 2011.</p>
<p dir="ltr">Sejak saat itu, permintaan terhadap gula stevia meningkat dengan tajam, pada tahun 2010 penjualan ekstrak stevia seluruh dunia mencapai 3.500 ton dengan nilai pasar US$ 285 juta dan meningkat tiga kali lipat menjadi 11.000 ton pada tahun 2014.</p>
<p dir="ltr">Minat terhadap gula stevia semakin meningkat sehubungan dengan semakin meningkatnya populasi penyandang obesitas (kegemukan) dan diabetes. WHO memperkirakan lebih dari 1 miliar orang di dunia mengalami kelebihan berat badan dan 400 juta di antaranya termasuk kategori obesitas.</p>
<p dir="ltr">Obesitas sudah dianggap masalah yang serius karena merupakan salah satu faktor risiko utama timbulnya berbagai penyakit lainnya, termasuk diantaranya adalah diabetes. Jumlah penderita diabetes (diabetisi) juga meningkat dengan tajam, termasuk di Indonesia. Hasil riset yang diterbitkan pada jurnal Diabetes Care melaporkan jumlah diabetisi di Indonesia diperkirakan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030.</p>
<p dir="ltr"><strong>Manfaat Stevia</strong></p>
<p dir="ltr">Gula stevia sesuai untuk diabetisi karena mempunyai indeks glikemik nol. Selain itu, kandungan mineralnya juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Stevia juga mengandung beberapa zat gizi penting lainnya seperti protein, serat, lemak, dan karbohidrat.</p>
<p dir="ltr">Gula stevia merupakan glikosida yang tidak mengandung kalori sehingga sesuai untuk seseorang yang sedang melakukan diet guna mengurangi berat badan. Inilah manfaat lain yang menyebakan orang beralih menggunakan gula dari tanaman stevia</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Mengandung nol kalori</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Mengatur kadar gula dalam darah, manfaat besar bagi penderita diabetes</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Menurunkan berat badan, karena insulin mengatur tubuh menyimpan lebih sedikit lemak</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Meningkatkan fungsi pencernaan</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Menurunkan tekanan darah</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr">Penggunaan gula ini diperkirakan akan meningkat dengan tajam di masa mendatang sejalan dengan semakin banyaknya jumlah penyandang diabetes dan obesitas, serta meningkatnya minat masyarakat akan produk alami.</p>
<p dir="ltr"><strong>Cara Alami Membuat Gula Stevia</strong></p>
<p dir="ltr">Bagian tanaman stevia yang digunakan sebagai pemanis adalah daunnya. Daun stevia dapat langsung digunakan sebagai pemanis. Cara untuk memanfaatkannya yaitu dengan dikeringkan. Proses pengeringan tidak memerlukan panas yang tinggi seperti berikut:</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Potong dahan stevia setinggi 10-15 cm dari tanah, kemudian petik daunnya. Jangan menggunakan daun Stevia yang telah terkontaminasi bahan kimia seperti insektisida, pestisida, atau pupuk kimia.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Cuci dan bilas daun Stevia dengan air yang mengalir sampai bersih kemudian keringkan daun dengan handuk bersih atau tissue, atau cukup ditiriskan sampai hilang airnya.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Letakkan daun tersebut di bawah terik matahari langsung. Biarkan mengering dan warna tetap hijau, renyah dan hancur bila disentuh. Kira-kira dibutuhkan 2-3 hari untuk mengeringkan daun stevia.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Hancurkan daun stevia kering dengan menggunakan  penggiling kopi (coffee grinder), atau Anda juga dapat menghancurkannya dengan menggunakan bagian belakang sendok dengan meletakkan daun kering dalam mangkuk atau menghancurkan daun kering dengan mortir .</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr">Untuk skala rumah tangga, Anda dapat mengeringkan daun stevia di dalam microwave selama 2 menit, untuk kemudian diserbukkan. Serbuk ini dapat langsung dikonsumsi sebagai pemanis makanan.</p>
<p dir="ltr">Pemanis stevia juga dapat dibuat dalam bentuk cair, yakni dengan merendamnya selama 24 jam kemudian disimpan di dalam kulkas. Perbandingan air dengan stevianya 1:4, jangan lupa perhatikan faktor kebersihannya.</p>
<p dir="ltr">Pada saat ini gula stevia sudah digolongkan sebagai pemanis utama untuk menggantikan sebagian gula tebu dan pemanis kimia sintetik. Gula tebu dapat disubstitusi dengan gula stevia sebesar 30% tanpa menimbulkan perbedaan rasa yang nyata pada makanan, sedangkan pada minuman dapat mencapai 100% misalnya pada diet soft drink dengan zero kalori.</p>
<p>Pengembangan stevia sebagai penghasil gula alternatif diharapkan dapat menambah pasokan bahan pemanis nasional guna membantu program swasembada gula, disamping menyediakan pemanis alami yang sehat</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/03/manfaat-tanaman-stevia-sebagai-pengganti-gula-tebu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi dan Cara Menangani Depresi</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/03/definisi-dan-cara-menangani-depresi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=definisi-dan-cara-menangani-depresi</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/03/definisi-dan-cara-menangani-depresi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2017 00:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3852</guid>
		<description><![CDATA[Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih. Gangguan ini biasanya dapat memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari.</p>
<p dir="ltr"><strong>Definisi Depresi yang Perlu Anda Ketahui</strong></p>
<p dir="ltr">Mengalami depresi berarti juga kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.</p>
<p dir="ltr">Stres yang tidak ditangani dengan baik juga dapat mengurangi semangat bekerja, dan membuat seseorang menunda atau bahkan menghindari kegiatan yang menjadi kewajibannya. Bila dibiarkan, stres berkepanjangan dapat berujung pada depresi.</p>
<p dir="ltr">Menurut catatan WHO, setidaknya 350 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi, dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi. Sedangkan di Indonesia sendiri, penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat kedelapan dengan menyumbang 3 persen dari total angka kematian.</p>
<p dir="ltr">Hal ini terjadi karena masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Mereka menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya. Padahal sebenarnya, depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.</p>
<p dir="ltr"><strong>Cara Menangani Depresi</strong></p>
<p dir="ltr">Depresi dapat ditangani dengan berbagai teknik pengobatan dan perawatan. Namun perlu diingat, perawatan terhadap penderita depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami.</p>
<p dir="ltr">Jika depresi tergolong ringan, yaitu depresi dengan gejala-gejala yang tidak terlalu mengganggu rutinitas sehari-hari penderitanya, penanganan sendiri bisa cukup efektif. Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan sendiri untuk menangani depresi. Langkah-langkah yang bisa dijalankan sendiri adalah:</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Belajar Tentang Depresi.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Memahami lebih jauh tentang penyakit yang dialami bisa membantu dan memotivasi Anda dalam menjalani pengobatan yang dilakukan. Agar keluarga memberikan dukungan sepenuhnya, mintalah mereka mempelajari tentang depresi.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Berolahraga.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Kegiatan ini bisa membantu mengurangi gejala depresi. Lakukan olahraga seperti berjalan, berenang, lari, berkebun atau aktivitas fisik lainnya. Fungsi utama berolahraga adalah meningkatkan rasa kepercayaan diri dan mengurangi perasaan cemas serta sedih. Selain itu, olahraga juga mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Istirahat dan Relaksasi.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Tidur yang cukup juga sangat penting bagi kesehatan mental dan juga fisik. Melakukan kegiatan meditasi atau yoga juga bisa membantu dalam hal relaksasi dengan cara belajar mengendalikan dan menenangkan pikiran.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Menghindari Minuman Beralkohol dan Narkoba.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Rokok, minuman beralkohol, maupun narkoba pada awalnya mungkin terlihat membantu. Faktor-faktor ini akan membantu Anda sejenak melupakan depresi yang sebenarnya hanya akan menambah masalah Anda untuk jangka panjang.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Supporting System</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Ketika Anda mengalami depresi, usahakan untuk membicarakan apa pun yang Anda rasakan dengan orang dekat. Mulailah berbicara dengan teman atau keluarga terdekat yang Anda percaya.</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Kelompok Pendukung</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan. Membicarakan masalah Anda dengan sekelompok orang dengan pengalaman yang sama bisa mengurangi beban yang dirasakan.</p>
<p><strong>Penanganan Depresi oleh Dokter atau Terapis Berpengalaman</strong></p>
<p dir="ltr">Jika depresi telah berlangsung lama atau parah, penderita sangat disarankan untuk menemui dokter. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.</p>
<p dir="ltr">Sebelum menentukan langkah pengobatan, dokter akan menanyakan beberapa hal tentang kondisi mental dan juga mengenai kondisi kesehatan Anda secara umum, termasuk seputar gejala-gejala depresi yang dialami dan menyelidiki apa saja pemicu-pemicunya.</p>
<p dir="ltr">Terkadang, saat seseorang mengalami depresi, mereka sulit membayangkan ada pengobatan yang bisa membantu. Pada kenyataannya, depresi akan lebih mudah disembuhkan jika lebih cepat ditangani. Bersikaplah terbuka kepada dokter Anda.</p>
<p dir="ltr">Selain konsultasi secara lisan, dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk memastikan bahwa gejala yang terjadi adalah akibat depresi dan bukan masalah kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormon tiroid.</p>
<p dir="ltr">Setelah itu, penanganan depresi mungkin akan dilanjutkan dengan obat-obatan, terutama untuk kasus depresi yang lebih parah. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.</p>
<p dir="ltr">Definisi depresi yang parah dan tidak ditangani dapat menyebabkan seseorang kehilangan motivasi untuk hidup dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Usahakan untuk membicarakan masalah apa pun dengan orang-orang terdekat Anda atau dengan dokter.</p>
<p>Jangan pernah membuat keputusan apa pun saat Anda merasa sedih atau sedang mengalami gejala-gejala depresi. Makin cepat penanganan dan pengobatan yang dilakukan, maka peluang kesembuhan depresi secara menyeluruh menjadi lebih tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/03/definisi-dan-cara-menangani-depresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciri-ciri Depresi Beserta Tingkatan Penanganannya</title>
		<link>https://bumiherbal.com/2017/03/ciri-ciri-depresi-beserta-tingkatan-penanganannya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ciri-ciri-depresi-beserta-tingkatan-penanganannya</link>
		<comments>https://bumiherbal.com/2017/03/ciri-ciri-depresi-beserta-tingkatan-penanganannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2017 00:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://bumiherbal.com/?p=3856</guid>
		<description><![CDATA[Saat mengalami depresi, Anda biasanya akan merasa sedih [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Saat mengalami depresi, Anda biasanya akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas. Kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.</p>
<p dir="ltr"><strong>Tanda-Tanda Seseorang Tengah Mengalami Depresi</strong></p>
<p dir="ltr">Depresi juga kerap membuat kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat.</p>
<p dir="ltr">Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi psikotik. Tingkat depresi juga dibagi menjadi beberapa klasifikasi, sesuai dengan penjelasan di bawah ini:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Gangguan Mood Ringan dan Depresi Sedang</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Ditandai dengan gejala depresi berkepanjangan setidaknya 2 tahun tanpa episode depresi utama. Untuk dapat didiagnosis depresi ringan-sedang, seseorang harus menunjukkan perasaan depresi ditambah setidaknya dua lainnya suasana hati yang berhubungan dengan gejala.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Batas Depresi Borderline</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Ditandai dengan gejala perasaan depresi yang berkepanjangan disertai perasaan depresi lebih dari dua suasana hati yang berhubungan dengan gejala.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Depresi Berat</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Ditandai dengan gejala depresi utama selama 2 minggu atau lebih. Untuk dapat didiagnosis depresi berat harus mengalami 1 atau 2 dari total 5 gejala depresi utama.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>4. Depresi Ekstrim</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Ditandai dengan gejala depresi utama yang berkepanjangan. Untuk dapat diagnosis depresi ekstrim mengalami lebih dari 2 dari total 5 gejala depresi utama</p>
<p dir="ltr">Tingkatan depresi ini bisa membuat Anda merasa hidup ini tidak ada gunanya. Bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri. Depresi juga menyebabkan penurunan status kesehatan seseorang, disamping dari berkurangnya motivasi, emosi, dan kemampuan kognitif.</p>
<p dir="ltr">Hal ini menyebabkan individu dengan depresi menjadi tidak dapat berfungsi secara efektif sehingga terdapat ketergantungan, kehilangan percaya diri, termasuk penurunan kemampuan berkomunikasi. Tidak jarang terjadi gangguan sosial yang dapat memperburuk kondisi kesehatan penderita depresi, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit kronis dan berulang.</p>
<p dir="ltr"><strong>Gejala-Gejala Depresi yang Seringkali Muncul</strong></p>
<p dir="ltr">Depresi yang dikombinasikan dengan penyakit kronik akan memperburuk kondisi kesehatan dan meningkatkan risiko kematian. Berikut adalah gejala-gejala depresi yang dapat tampil sesuai usia dari penderitanya:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Merasa Rendah Diri dan Tidak Berharga</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Biasanya, akan selalu ada suara-suara di dalam kepala seperti &#8220;saya tidak cukup baik&#8221; atau &#8220;saya tidak berharga”. Selain itu, Anda selalu dihantui rasa bersalah dan memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Dipenuhi dengan Pikiran Kematian</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Pemikiran berulang tentang bagaimana Anda akan meninggal, bagaimana perasaan teman dan sanak keluarga jika Anda meninggal, dan bagaimana cara bunuh diri yang efektif bisa menjadi indikator yang sangat kuat Anda mengalami depresi.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Panik dan Mudah Cemas</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Perasaan ketakutan berlebihan akan sesuatu bisa jadi merupakan tanda dari gangguan kecemasan. Namun, bisa jadi itu juga merupakan tanda dari depresi. Orang yang sedang mengalami depresi seringkali memberikan gejala berupa kecemasan atau panik yang berlebihan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>4. Mudah Lelah dan Tidak Bersemangat</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Rasa lelah yang berlebih pada penderita depresi bisa jadi disebabkan oleh perasaan sedih atau merasa putus asa dan tidak berdaya, yang kemudian &#8220;menyedot&#8221; energi Anda. Anda menjadi cepat lelah bahkan untuk bangun dari tempat tidur.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>5. Merasakan Nyeri yang Tidak Diketahui Penyebabnya</strong></p>
<p dir="ltr" style="padding-left: 30px;">Nyeri emosional dari depresi bisa saja menimbulkan nyeri fisik seperti nyeri kepala, gangguan perut, leher, punggung bahkan mual. Seseorang yang sedang mengalami depresi dan memiliki kesedihan dan stress yang mendalam seringkali tidak mampu menahan emosinya dan emosi tersebut dalam bentuk keluhan fisik.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penyebab dan Faktor Risiko Depresi</strong></p>
<p dir="ltr">Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga. Inilah beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi:</p>
<ul>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Kehamilan dan/atau melahirkan.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Masalah keuangan.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Terisolasi secara sosial.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Trauma masa kecil.</p>
</li>
<li dir="ltr">
<p dir="ltr">Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr">Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga bisa memicu depresi pada penderitanya, seperti penyakit jantung koroner, atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido.</p>
<p dir="ltr">Dengan mengetahui penyebab terjadinya depresi, perawatan dan pengobatan dapat dilakukan sesuai masalah yang dialami. Selain itu, mengadakan perbaikan dalam gaya hidup juga dapat sangat membantu memperbaiki kondisi depresi.</p>
<p dir="ltr">Beberapa perbaikan tersebut di antaranya adalah memperbaiki hubungan dengan sesama, sering berolahraga dan makan makanan sehat dan alami. Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda.</p>
<p>Berlatih teknik relaksasi dan mengontrol stres, serta mengatasi berbagai pikiran negatif dapat dilakukan sebelum mengambil obat antidepresi. Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang berlangsung setiap hari selama dua minggu, segera temui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.com/2017/03/ciri-ciri-depresi-beserta-tingkatan-penanganannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
